Mengapa Jamaah Berebut Mendekati Hajar Aswad?

Kategori : Features, Ditulis pada : 06 Oktober 2026, 16:27:39

mencium hajar aswad.jpg

Saat menjalankan ibadah haji atau umroh di Masjidil Haram, Makkah, banyak jamaah dari berbagai negara berusaha mendekati Hajar Aswad. Bagi jamaah yang mengikuti program travel umroh bandung, kesempatan menyentuh atau mencium batu hitam yang terletak di salah satu sudut Ka'bah ini sering menjadi momen istimewa yang dinantikan selama beribadah di Tanah Suci.

Lantas, mengapa banyak umat Islam ingin mendekati Hajar Aswad? Keinginan tersebut berkaitan dengan keteladanan Rasulullah SAW, keutamaan mengikuti sunnah, serta kerinduan spiritual untuk beribadah di dekat Ka'bah. Memahami makna di balik amalan ini dapat membantu jamaah menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh kesadaran.

Namun, ada hal penting yang perlu dipahami. Mencium Hajar Aswad bukanlah kewajiban dalam ibadah umroh. Jamaah tetap dapat menyelesaikan tawaf dengan sah tanpa harus menyentuh atau mencium batu tersebut.

Mengenal Hajar Aswad dan Kedudukannya dalam Islam

Hajar Aswad merupakan batu yang berada di sudut Ka'bah, tepatnya di bagian tempat jamaah memulai dan mengakhiri setiap putaran tawaf. Dalam tradisi Islam, batu ini memiliki kedudukan istimewa karena berkaitan dengan sejarah pembangunan Ka'bah dan tuntunan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Keberadaan Hajar Aswad menjadi bagian penting dalam perjalanan ibadah umat Islam di Tanah Suci. Ketika tawaf, jamaah mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran dengan arah berlawanan jarum jam. Setiap putaran dimulai dari garis sejajar Hajar Aswad.

Baca Juga: Apa yang Membuat Hajar Aswad Berwarna Hitam?

Hajar Aswad dalam Sejarah Pembangunan Ka'bah

Dalam riwayat Islam, Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS membangun Ka'bah sebagai tempat beribadah kepada Allah SWT. Hajar Aswad memiliki kaitan erat dengan sejarah tersebut dan menjadi salah satu penanda penting dalam pelaksanaan tawaf.

Umat Islam menghormati Hajar Aswad bukan karena menganggap batu tersebut sebagai sesuatu yang memiliki kekuatan ilahi. Sebaliknya, penghormatan itu berkaitan dengan tuntunan Rasulullah SAW yang menyentuh dan mencium Hajar Aswad ketika beribadah.

Pemahaman ini penting agar jamaah dapat membedakan antara menghormati sesuatu berdasarkan tuntunan agama dan meyakini bahwa benda tertentu mempunyai kekuatan yang dapat memberikan manfaat secara mandiri.

Mengapa Jamaah Berebut Mendekati Hajar Aswad?

Ada beberapa alasan yang membuat jamaah ingin mendekati Hajar Aswad. Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, banyak jamaah merasakan kerinduan mendalam untuk menjalankan amalan yang memiliki nilai spiritual dalam ibadah mereka.

1. Mengikuti Sunnah Rasulullah SAW

Alasan utama jamaah ingin mencium Hajar Aswad adalah mengikuti teladan Rasulullah SAW. Beliau pernah menyentuh dan mencium batu tersebut ketika melaksanakan tawaf. Tindakan ini kemudian menjadi salah satu amalan yang dianjurkan dalam rangkaian ibadah haji dan umroh.

Sikap Umar bin Khattab RA juga memberikan pelajaran penting mengenai hal ini. Dalam hadis riwayat Imam Bukhari, Umar menyatakan bahwa dirinya mengetahui Hajar Aswad hanyalah batu yang tidak dapat memberikan manfaat maupun mudarat. Namun, ia tetap menciumnya karena melihat Rasulullah SAW melakukan hal yang sama.

Kisah tersebut menegaskan bahwa umat Islam mencium Hajar Aswad untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW, bukan untuk menyembah batu atau meyakini bahwa batu tersebut mempunyai kekuatan tersendiri.

Bagi jamaah yang mengikuti program travel umroh bandung, pemahaman mengenai dasar amalan ini dapat membantu mereka mempersiapkan ibadah dengan lebih baik sebelum berangkat ke Tanah Suci.

2. Mengharapkan Keutamaan dan Ampunan dari Allah SWT

Hajar Aswad juga berkaitan dengan riwayat mengenai keutamaan menyentuh atau mengusapnya. Dalam sejumlah hadis, terdapat keterangan tentang keutamaan mengusap Hajar Aswad dan Rukun Yamani sebagai bagian dari amalan tawaf.

Keutamaan tersebut membuat banyak jamaah ingin memanfaatkan kesempatan ketika berada di dekat Ka'bah. Mereka berharap dapat menjalankan sunnah sekaligus memperbanyak amal kebaikan selama berada di Tanah Suci.

Meski demikian, jamaah perlu memahami bahwa ampunan dan pertolongan datang dari Allah SWT. Menyentuh Hajar Aswad tidak boleh dipahami sebagai jaminan otomatis bahwa seluruh dosa akan terhapus tanpa memperhatikan keimanan, ketulusan, dan amal seseorang.

Oleh karena itu, jamaah sebaiknya mengutamakan keikhlasan, memperbanyak zikir, serta memohon ampunan kepada Allah SWT selama menjalankan ibadah.

3. Menjadi Momen Spiritual yang Mendalam

Bagi sebagian orang, kesempatan berada di dekat Hajar Aswad menghadirkan perasaan haru dan kebahagiaan yang sulit digambarkan. Setelah menabung, mempersiapkan diri, dan menunggu kesempatan berangkat ke Tanah Suci, mereka akhirnya dapat beribadah langsung di Masjidil Haram.

Keinginan untuk mencium Hajar Aswad sering menjadi bagian dari harapan pribadi selama menjalankan umroh. Sebagian jamaah bahkan menjadikan momen tersebut sebagai kenangan spiritual yang sangat berarti.

Namun, pengalaman spiritual setiap orang tentu berbeda. Jamaah yang tidak berhasil mendekati Hajar Aswad tetap dapat memperoleh pengalaman ibadah yang bermakna melalui tawaf, salat, zikir, membaca Al-Qur'an, dan berdoa dengan sungguh-sungguh.

4. Mengikuti Kebiasaan Jamaah Lain

Kerumunan di sekitar Hajar Aswad terkadang memengaruhi perilaku jamaah. Ketika melihat banyak orang berusaha mendekat, sebagian jamaah ikut terdorong untuk melakukan hal yang sama karena khawatir kehilangan kesempatan.

Padahal, tidak semua tindakan yang dilakukan orang lain harus diikuti tanpa mempertimbangkan keadaan. Kepadatan di sekitar Ka'bah dapat meningkatkan risiko terdesak, kehilangan keseimbangan, atau mengalami kesulitan bernapas.

Karena itu, jamaah perlu memahami bahwa mencium Hajar Aswad merupakan amalan sunnah, bukan syarat sah tawaf. Jangan sampai keinginan mendapatkan satu amalan sunnah justru membuat jamaah mengabaikan keselamatan diri dan orang lain.

Hukum Mencium Hajar Aswad Saat Umroh

Mencium Hajar Aswad termasuk amalan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW ketika tawaf. Akan tetapi, jamaah tidak wajib melakukannya agar tawaf tetap sah.

Apabila kondisi memungkinkan dan tidak membahayakan orang lain, jamaah dapat mendekati Hajar Aswad untuk menyentuh atau menciumnya. Sebaliknya, apabila area tersebut sangat padat, jamaah cukup memberikan isyarat dengan tangan dari posisi yang memungkinkan.

Dalam pelaksanaan tawaf, jamaah dapat mengangkat tangan ke arah Hajar Aswad sambil mengucapkan takbir, yaitu Allahu Akbar. Setelah itu, jamaah melanjutkan putaran tanpa harus berhenti atau memaksakan diri menembus kerumunan.

Prinsip ini penting bagi setiap jamaah, termasuk peserta travel umroh bandung, agar mereka memahami bahwa kemudahan dalam beribadah tetap tersedia ketika keadaan tidak memungkinkan seseorang menjalankan amalan sunnah secara langsung.

Lihat Juga: Paket Umrah Dago Wisata

Adab Mendekati Hajar Aswad agar Ibadah Tetap Khusyuk

Keinginan mencium Hajar Aswad perlu disertai pemahaman mengenai adab dan keselamatan. Jamaah sebaiknya tidak menjadikan amalan ini sebagai perlombaan untuk mencapai posisi paling depan.

1. Jangan Mendorong atau Menyakiti Jamaah Lain

Jamaah berasal dari berbagai negara dengan kondisi fisik dan kemampuan yang berbeda. Dorongan kecil di tengah kerumunan dapat membuat seseorang kehilangan keseimbangan dan terjatuh.

Oleh sebab itu, hindari menyikut, menarik pakaian, atau memaksakan jalan di antara jamaah lain. Menghormati sesama Muslim juga menjadi bagian penting dari akhlak selama menjalankan ibadah.

2. Utamakan Keselamatan dan Kondisi Fisik

Jamaah lanjut usia, ibu hamil, anak-anak, serta orang yang memiliki keterbatasan fisik perlu mempertimbangkan kondisi tubuh sebelum mendekati area yang padat.

Apabila situasi tidak aman, sebaiknya tetap berada di jalur tawaf dan mengikuti arahan petugas. Tidak perlu merasa kecewa jika kesempatan mencium Hajar Aswad belum tersedia.

3. Pahami Tata Cara Tawaf dengan Benar

Sebelum berangkat, pelajari tata cara tawaf, bacaan yang dianjurkan, serta tindakan yang perlu dilakukan ketika memulai setiap putaran. Pengetahuan ini membantu jamaah menjalankan ibadah secara tertib tanpa terlalu berfokus pada satu lokasi.

Jamaah yang menggunakan travel umroh bandung juga dapat memanfaatkan bimbingan ibadah dari pembimbing atau petugas perjalanan untuk memahami praktik umroh sesuai tuntunan agama.

Bagaimana Jika Tidak Berhasil Mencium Hajar Aswad?

Tidak berhasil mencium Hajar Aswad bukanlah kegagalan dalam menjalankan ibadah umroh. Jamaah tetap dapat menyelesaikan tujuh putaran tawaf sesuai ketentuan meskipun tidak pernah menyentuh batu tersebut.

Hal terpenting adalah menjalankan setiap rangkaian ibadah dengan niat yang ikhlas, mengikuti tuntunan Rasulullah SAW, serta menjaga perilaku selama berada di Masjidil Haram.

Jamaah dapat mengisi waktu dengan berzikir, membaca Al-Qur'an, memperbanyak doa, dan memohon ampunan kepada Allah SWT. Amalan-amalan tersebut tetap memiliki nilai penting dalam perjalanan spiritual seorang Muslim.

Selain itu, jamaah sebaiknya tidak membandingkan pengalaman ibadahnya dengan orang lain. Setiap orang mempunyai kondisi dan kesempatan yang berbeda. Fokuslah pada kualitas ibadah, bukan semata-mata pada keberhasilan menyentuh atau mencium Hajar Aswad.

Kesimpulan

Jamaah berebut mendekati Hajar Aswad karena ingin mengikuti sunnah Rasulullah SAW, mengharapkan keutamaan ibadah, serta merasakan kedekatan spiritual ketika berada di sekitar Ka'bah. Namun, mencium Hajar Aswad bukan kewajiban dalam umroh dan tidak menentukan sah atau tidaknya tawaf. Jamaah perlu mengutamakan keselamatan, menjaga adab, serta menghormati orang lain selama beribadah.

Bagi Anda yang ingin mempersiapkan perjalanan ibadah dengan lebih terarah, memilih travel umroh bandung yang menyediakan informasi dan bimbingan ibadah dapat membantu perjalanan terasa lebih nyaman. Percayakan rencana perjalanan ibadah Anda kepada Dago Wisata, dan persiapkan umroh dengan pengetahuan, ketenangan, serta niat yang tulus untuk beribadah kepada Allah SWT.

Klik Sekarang: Hubungi Dago Wisata

built with : https://erahajj.co.id