Bukan Sekadar Melempar Batu! Ini Makna Lempar Jumrah: Travel Haji dan Umroh

Kategori : Haji, Ditulis pada : 09 September 2026, 10:30:15

jamaah umrah travel umroh bandung.jpg

Photo by Dago Wisata

Bagi jamaah yang mengikuti program travel haji dan umroh, memahami setiap rangkaian ibadah sebelum berangkat menjadi hal penting. Salah satu rangkaian haji yang sering menarik perhatian adalah lempar jumrah. Dari luar, kegiatan ini terlihat sederhana karena jamaah hanya melempar batu kerikil ke tempat yang sudah petugas tentukan. Namun, di balik gerakan tersebut terdapat sejarah, nilai ketaatan, dan pelajaran tentang perjuangan melawan godaan.

Lempar jumrah dilakukan jamaah haji di Mina sebagai bagian dari rangkaian manasik haji. Jamaah melempar kerikil ke tiga jumrah, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Masing-masing lemparan memiliki ketentuan tersendiri. Karena itu, jamaah sebaiknya memahami tata cara dan waktunya sebelum menjalankan ibadah.

Apa Itu Lempar Jumrah?

Lempar jumrah merupakan salah satu amalan dalam ibadah haji yang berlangsung di kawasan Mina. Dalam pelaksanaannya, jamaah menggunakan batu kerikil berukuran kecil dan melemparkannya ke area jumrah. Setiap jumrah mendapat tujuh kali lemparan.

Terdapat tiga tempat jumrah, yaitu Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Setiap tempat mendapat tujuh lemparan kerikil sesuai dengan ketentuan pelaksanaan ibadah haji.

Lempar jumrah bukan kegiatan melempar batu secara sembarangan. Prosesi ini memiliki tata cara, waktu, dan ketentuan yang perlu dipahami jamaah. Karena itu, pembekalan manasik sebelum keberangkatan menjadi bagian penting dalam persiapan ibadah.

Bagi jamaah travel haji dan umroh, pemahaman tersebut dapat membantu mengikuti setiap arahan pembimbing ketika berada di Tanah Suci. Jamaah juga dapat menjalankan prosesi dengan lebih tenang karena sudah mengetahui gambaran pelaksanaannya.

Sejarah dan Asal-Usul Lempar Jumrah

Kisah Nabi Ibrahim AS dan Godaan Setan

Umat Islam sering mengaitkan sejarah lempar jumrah dengan kisah Nabi Ibrahim AS ketika menjalankan perintah Allah SWT. Dalam perjalanan menjalankan perintah tersebut, Nabi Ibrahim AS menghadapi ujian yang sangat berat.

Beliau tetap menunjukkan keteguhan hati dan memilih untuk menaati perintah Allah SWT. Dalam kisah tersebut, terdapat godaan yang berusaha menghalangi ketaatan Nabi Ibrahim AS. Beliau kemudian menolak godaan tersebut dan tetap menjalankan perintah Allah SWT.

Kisah ini menjadi bagian dari pemaknaan lempar jumrah sebagai bentuk penolakan terhadap berbagai godaan. Manusia juga menghadapi godaan dalam kehidupan sehari-hari, baik berupa rasa malas, kesombongan, amarah, iri hati, maupun keinginan melakukan sesuatu yang bertentangan dengan ajaran agama.

Karena itu, lempar jumrah dapat menjadi pengingat bagi jamaah untuk memiliki keteguhan hati dalam menghadapi berbagai godaan setelah menyelesaikan ibadah haji.

Meski memiliki makna simbolis yang kuat, jamaah tetap perlu memahami bahwa lempar jumrah merupakan bagian dari tuntunan ibadah haji sesuai ajaran Rasulullah SAW.

Baca Juga: Kisah Nabi Ibrahim Dalam Membangun Ka'bah: Travel Haji dan Umroh

Tiga Tempat Lempar Jumrah

Di Mina terdapat tiga lokasi lempar jumrah yang dikenal sebagai Jumrah Ula, Jumrah Wustha, dan Jumrah Aqabah. Ketiganya menjadi tempat jamaah melakukan lontaran kerikil sesuai waktu dan ketentuan ibadah haji.

Jumrah Aqabah menjadi salah satu lokasi yang dikenal dalam rangkaian awal lempar jumrah. Jamaah melaksanakan lempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah. Selanjutnya, pada hari-hari Tasyrik, jamaah melanjutkan lemparan terhadap tiga jumrah.

Setiap jumrah mendapatkan tujuh kali lontaran. Jamaah perlu memperhatikan urutan dan waktu pelaksanaan agar prosesi berjalan sesuai dengan tuntunan manasik.

Makna Lempar Jumrah bagi Jamaah Haji

Melawan Godaan dan Hawa Nafsu

Salah satu makna yang dapat jamaah renungkan dari lempar jumrah adalah perjuangan melawan godaan. Jamaah melempar batu bukan berarti sedang melempar setan secara fisik. Prosesi tersebut menjadi pengingat untuk menolak berbagai godaan yang dapat menjauhkan manusia dari ketaatan kepada Allah SWT.

Godaan dapat muncul dalam berbagai bentuk. Jamaah perlu mengendalikan kesombongan, iri hati, amarah, kebohongan, rasa malas, dan keinginan berlebihan terhadap dunia.

Bagi jamaah travel haji dan umroh, momen lempar jumrah dapat menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi diri. Setiap lontaran dapat menjadi pengingat bahwa perjuangan melawan keburukan tidak hanya berlangsung selama berada di Tanah Suci.

Setelah kembali ke rumah, jamaah tetap menghadapi berbagai ujian dalam kehidupan. Karena itu, jamaah dapat menerapkan pesan dari lempar jumrah dengan berusaha meninggalkan kebiasaan buruk dan memperbanyak perbuatan baik.

Lihat Juga: Paket Haji Dago Wisata

Belajar Taat kepada Allah SWT

Kisah Nabi Ibrahim AS juga mengajarkan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim AS menunjukkan keteguhan ketika menghadapi ujian yang sangat berat. Nilai tersebut sangat relevan bagi jamaah masa kini. Menjalankan ibadah haji membutuhkan kesabaran, kedisiplinan, dan kesiapan dalam mengikuti berbagai ketentuan.

Jamaah perlu mengikuti arahan pembimbing, menjaga kondisi fisik, menghormati jamaah lain, serta menjaga ketertiban selama berada di Mina. Semua hal tersebut membutuhkan sikap sabar dan disiplin.

Karena itu, memilih travel haji dan umroh yang memberikan pembekalan manasik secara baik dapat membantu jamaah memahami rangkaian ibadah sebelum keberangkatan.

Meninggalkan Sifat Buruk

Lempar jumrah juga dapat menjadi momentum untuk meninggalkan sifat buruk. Jamaah tidak hanya membawa pulang pengalaman perjalanan dari Tanah Suci, tetapi juga dapat menerapkan perubahan positif dalam kehidupan sehari-hari.

Sifat seperti sombong, iri hati, mudah marah, suka berbohong, dan terlalu mengejar kepentingan dunia perlu kita kurangi. Ibadah haji dapat menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT maupun sesama manusia.

Dengan demikian, makna lempar jumrah tidak berhenti ketika jamaah meninggalkan Mina. Jamaah dapat terus menerapkan nilai yang ada di dalamnya dalam kehidupan keluarga, pekerjaan, dan lingkungan masyarakat.

Tata Cara dan Waktu Lempar Jumrah

Lempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah

Jumrah Aqabah menjadi salah satu jumrah yang jamaah lempar pada 10 Dzulhijjah. Jamaah melakukan tujuh kali lontaran menggunakan batu kerikil yang telah disiapkan.

Pelaksanaan lempar jumrah membutuhkan perhatian karena kawasan Mina dapat dipenuhi banyak jamaah. Jamaah sebaiknya menjaga ketertiban, tidak saling mendorong, dan mengikuti arahan petugas maupun pembimbing.

Kondisi yang ramai membuat jamaah perlu mengutamakan keselamatan. Jamaah juga sebaiknya tidak terburu-buru saat melakukan lontaran dan mengikuti jadwal yang petugas susun.

Baca Juga: Peran Penting Travel Haji dan Umroh dalam Mendampingi Jamaah

Lempar Tiga Jumrah pada Hari Tasyrik

Pada hari Tasyrik, yaitu 11, 12, dan 13 Dzulhijjah, jamaah melaksanakan lempar tiga jumrah. Urutannya dimulai dari Jumrah Ula, kemudian Jumrah Wustha, dan terakhir Jumrah Aqabah. Setiap jumrah mendapat tujuh lemparan kerikil. Dengan demikian, jamaah melakukan 21 lontaran dalam satu hari ketika melaksanakan ketiga jumrah.

Jamaah travel haji dan umroh sebaiknya memperhatikan jadwal yang telah diberikan pembimbing. Jangan terburu-buru saat menjalankan prosesi karena ketenangan, ketertiban, dan keselamatan juga menjadi bagian penting selama berada di Mina.

Bacaan Saat Melempar Jumrah

Sahabat Nabi yang mulia, Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu, memberikan teladan berdoa dalam menjalankan amalan ini.

Dalam riwayat yang dinukil dari kitab Ad-Du’a karya ath-Thabrani, disebutkan bahwa setiap kali Abdullah Ibnu Umar melempar satu batu kerikil, beliau bertakbir:

اَلله أَكْبَرُ

Allahu Akbar

“Allah Mahabesar.”

Kemudian berdoa denga membaca lafaz berikut:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وَذَنْبًا مَغْفُورًا

Allahummaj'alhu hajjan mabruuran wa dzanban maghfuuran

“Ya Allah, jadikanlah ini sebagai haji yang mabrur dan dosa yang diampuni.” (HR Thabrani)

Hikmah Lempar Jumrah dalam Kehidupan

Lempar jumrah memberikan banyak pelajaran yang dapat jamaah bawa setelah meninggalkan Tanah Suci. Salah satunya adalah keberanian untuk menolak keburukan.

Manusia menghadapi berbagai godaan setiap hari. Kesibukan, pekerjaan, lingkungan, dan keinginan pribadi terkadang membuat seseorang lupa terhadap tujuan hidup. Pesan dari lempar jumrah dapat menjadi pengingat agar seseorang tetap menjaga diri dari hal-hal yang membawa kepada keburukan.

Lempar jumrah juga mengajarkan kesabaran. Jamaah harus menghadapi perjalanan, kepadatan, cuaca, dan berbagai kondisi selama berada di Mina. Semua keadaan tersebut membutuhkan ketenangan dan kesabaran.

Selain itu, prosesi ini mengingatkan tentang persamaan umat Islam. Jamaah dari berbagai negara berkumpul untuk menjalankan ibadah yang sama. Perbedaan jabatan, kekayaan, dan status sosial tidak menjadi pembeda ketika semua menghadap Allah SWT sebagai seorang hamba.

Persiapan Sebelum Menjalankan Lempar Jumrah

Jamaah sebaiknya mempelajari tata cara lempar jumrah sebelum berangkat ke Tanah Suci. Pengetahuan tersebut dapat membantu jamaah memahami arahan pembimbing dan mengurangi kebingungan ketika berada di Mina.

Selain mempelajari manasik, jamaah juga perlu mempersiapkan kondisi fisik. Rangkaian ibadah haji membutuhkan stamina karena jamaah akan melakukan berbagai aktivitas dan perjalanan.

Jamaah juga perlu mengikuti jadwal yang sudah disusun oleh petugas. Jangan mengambil keputusan sendiri jika belum memahami ketentuan pelaksanaan. Ikuti arahan pembimbing dan petugas agar seluruh rangkaian berjalan lebih aman dan tertib.

Kesimpulan

Lempar jumrah bukan sekadar melempar batu ke tiga tempat di Mina. Prosesi ini menjadi bagian penting dari ibadah haji yang memiliki tuntunan, sejarah, dan pelajaran yang mendalam. Kisah Nabi Ibrahim AS mengajarkan keteguhan dalam menghadapi godaan, sedangkan pelaksanaan lempar jumrah mengingatkan jamaah untuk terus melawan hawa nafsu dan meninggalkan sifat buruk.

Bagi Anda yang sedang mempersiapkan perjalanan bersama travel haji dan umroh, memahami makna setiap rangkaian ibadah akan membuat persiapan menuju Tanah Suci semakin matang. Dengan pembekalan manasik dan pendampingan yang tepat, jamaah dapat menjalankan setiap tahapan dengan lebih tenang dan terarah.

Dago Wisata siap membantu Anda mempersiapkan perjalanan haji dan umroh dengan layanan dan pendampingan yang mendukung kenyamanan jamaah. Kenali program Dago Wisata dan siapkan perjalanan ibadah Anda dengan lebih baik sejak sebelum keberangkatan.

Klik Sekarang: Hubungi Dago Wisata

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

built with : https://erahajj.co.id